Perjuangan…
Januari 22, 2009 at 11:40 am Tinggalkan Komentar
Dikisahkan, ada seekor anjing yang masih muda dan terkenal dengan
keangkuhannya. Dia merasa dirinya gagah, berani, gesit, dan cepat
dalam berlari serta pandai dalam memburu mangsa sasarannya.
Suatu siang yang terik, si anjing yang terbangun dari tidur nyenaknya
memutuskan hari ini dia ingin berburu dan menyantap binatang
kesukaannya yakni seekor kelinci putih yang masih muda. Hem…air
liurnya segera menetes membayangkan nikmatnya daging hasil buruannya.
Saat berlari-lari kecil untuk memulai hari perburuannya, tidak lama
kemudian, dia melihat seekor tikus berlari melintas di depannya.
Dengan iseng, dikejarnya si tikus, ditangkap dengan kuku kakinya yang
tajam, tikus yang ketakutan dipermainkan dengan gembira dan setelah
puas bermain, si tikus pun dilepas diiringi suara raungan si anjing
untuk menakut-nakutinya.
Setelah melihat tikus yang lari ketakutan, ekor si anjing kembali
melambai santai. Dia melanjutkan perjalannya sambil mewaspadai setiap
gerakan di sekelilingnya, tekadnya kuat untuk mencari kelinci walaupun
perutnya terasa makin melilit karena kelaparan. Setelah cukup lama
waktu berlalu, akhirnya dia berhasil menemukan si kelinci dan segera
terjadilah kejar kejaran yang seru di antara mereka.
Kelinci yang ketakutan mengerahkan segenap tenaga dan kekuatannya
berusaha menyelamatkan diri. Tanpa mempedulikan lagi segala rasa sakit
akibat luka-luka di sekujur tubuhnya akibat dari menerjang dan
menerobos setiap semak berduri yang dilaluinya. Hingga tiba-tiba
dilihatnya sebuah lubang di tepi tebing segera dilemparkan tubuhnya
masuk ke lubang gelap itu. Si anjing yang kehilangan jejak sibuk
menggonggong dan mengais di sekitar lubang tetapi tubuh dan kakinya
tidak cukup panjang untuk meraih kelinci di dalam lubang.
Di saat yang bersamaan, anjing melihat seekor ayam di sekitar situ.
Dengan segera ditangkap dan dijadikanlah mangsa. Anjing yang kelaparan
tidak lagi memperdulikan apa yang menjadi makanannya. Seekor anjing
tua yang menyaksikan semua ulah si anjing muda menertawakannya.
“Hahaha…. Anak muda jika semua penghuni hutan tahu, apakah Kamu
tidak malu? Kesombongan dan kehebatan larimu ternyata dikalahkan oleh
kelinci. Taukah Kau, kenapa seekor kelinci bisa mengalahkanmu? ” Sambil
tertunduk malu si anjing muda menggelengkan kepala, “Karena kelinci
berlari demi mempertahankan hidupnya. Sedangkan Kamu berlari untuk
sekedar mengejar kesenangan dan memenuhi rasa laparmu. Kalian
sama-sama berlari tetapi mempunyai motivasi yang sangat berbeda. Maka
tidak heran si kelinci berhasil lolos dari kejaranmu karena kelinci
berjuang untuk hidupnya.”
Pembaca yang budiman,
Seperti saat kelinci di hadapan pada kondisi terpepet dikejar oleh
anjing dengan segenap tenaga si kelinci berjuang penuh totalitas
sehingga bisa lolos dari kematian. Demikian pula perjuangan manusia di
kehidupan ini, sering kita dihadapkan pada kondisi terjepit, stagnan,
mundur. Kalau mental kita tidak kuat maka cenderung berhenti berusaha
akhirnya yang ada tinggal depresi dan keputusaasaan yang berkepanjangan.
Dalam menghadapi krisis apa pun sedapat mungkin kita harus tanggap,
responsif, proaktif, dan berani menghadapi kenyataan itu. Dengan
determinasi yang tinggi dan keberanian, kita akan mampu keluar dari
krisis dan sekaligus tampil sebagai pemenang.
Entry filed under: Motivasi. Tags: perjuangan, positif, proaktif.
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed